Minggu, 19 Mei 2013

Film - First Love : A little thing called love

Kali ini, Toe mau bahas film "first love - a little thing called love". Film Thailand ini menceritakan kehidupan remaja. Mulai dari cinta pertama dan usaha untuk mendapatkannya, tentang persahabatan yang mulai goyah karena cinta, juga usaha untuk meraih mimpi dan tujuan.


Nam, seorang murid kelas satu yang tidak populer. Kulitnya hitam, rambutnya pendek, memakai kacamata dan kawat gigi, serta tidak cerdas. Benar-benar memenuhi standar menjadi gadis tidak populer di sekolahnya. Dia hanya memiliki tiga orang teman yaitu, Cheer, Nim, dan Gei. Nam sama sekali tidak tahu dan tidak mau peduli dengan penampilannya.

Namun semua berubah sejak ia jatuh cinta pada kakak kelasnya. Shone. Shone adalah pemain sepak bola andalan sekolah. Shone sangat tampan dan populer. Semua gadis menaruh hati pada Shone. Gadis-gadis yang jauh lebih cantik, cerdas, dan populer dari Nam. Namun Nam tidak menyerah. Di bantu ketiga sahabat baiknya, dia mengikuti cara-cara dalam buku '9 resep cinta untuk pelajar'.

Nam mengikuti kesembilan cara dalam buku tersebut. Mulai dari menulis nama kak Shone menggunakan posisi bintang, menghubungkan pikirannya dengan kak Shone, mempercantik diri dengan memutihkan kulit dan memanjangkan rambut, juga melakukan segalanya dengan dasar cinta. Apa pun yang dilakukannya, dia Nam selalu melakukannya demi kak Shone.

Nam mendapat perhatian kak Shone. Mereka semakin dekat karena bekerja sama dalam drama sekolah, Snow White. Penampilan Nam yang berubah dan makin cantik membuat gadis-gadis lain memperhitungkannya. Nam dan kak Shone bisa saja berpacaran jika salah satu dari mereka berani mengungkapkan perasaan. Namun jika begitu, tidak akan ada ceritanya.

Masalah bermula ketika sekolah kedatangan murid baru bernama Top. Top adalah sahabat Shone, yang tak kalah tampan dari Shone. Dan pemuda tampan itu jatuh cinta pada Nam. Si cantik dari klub drama dengan akting yang memukau, mayor drum-band yang menarik hati penonton, juga siswi cerdas yang menduduki peringkat satu.

Top menyatakan perasaannya pada Nam. Sebenarnya Nam tak pernah mengatakan 'iya', tapi Top selalu mengira bahwa Nam mau, dan mengaggapnya sebagai pacar. Nam tak berani bilang bahwa yang dicintainya hanya kak Shone seorang. Itu karena Shone dan Top sudah bersahabat sejak kecil. Dia tak mau persahabatan mereka berdua luntur hanya karena masalah cinta.

Pada suatu kesempatan, Nam tahu bahwa ternyata Top dan Shone membuat perjanjian agar tidak menyukai gadis yang sama. Itu karena mereka pernah bertengkar gara-gara hal sepele itu. Nam langsung merasa bahwa ia tidak akan pernah bisa menjangkau kak Shone. Pada akhir acara, Top mencium pipi Nam. Nam marah dan langsung menyuruh Top agar tidak menemuinya lagi. "Nam tidak pernah mengatakan iya!" bentaknya saat itu. "Yang Nam cintai hanya satu orang!" namun saat Top bertanya siapa yang dicintainya, Nam tak mau menjawab.

Esoknya, Top menemui Shone dan meminta Shone agar, apapun yang terjad, tidak berpacaran dengan Nam. Dia tak mau melihat sahabat terbaiknya berpacaran dengan gadis yang dicintainya. Rasanya menyakitkan. Shone menyetujui perjanjian itu.

Di sisi lain, ketiga teman Nam menjauhi Nam. Mereka merasa dihianati oleh Nam yang kini cantik dan populer. Namun Nam tak mau kehilangan temannya. Dia mendekati teman-temannya dan minta maaf dengan menyanyikan sebuah lagu. Dalam tangis haru, mereka kembali menjadi kelompok teman. Nam menceritakan semuanya pada sahabatnya. Mereka bertiga berjanji akan membantu Nam agar bisa mengungkapkan perasaannya pada kak Shone.

Pada hari kenaikan, Nam menemui kak Shone di kolam renang. Dia menyatakan perasaannya sambil menangis karena menyesali kebodohannya selama tiga tahun. Seharusnya ia melakukan ini dari dulu. Yang dilakukannya sekarang adalah yang paling benar. Nam memberi setangkai mawar dengan surat. Saat itu, dia menyadari kenyataan pahit yang langsung menghantamnya. Kak Shone sudah punya kekasih. Dan kekasihnya tak lain adalah Pin. Gadis cantik berhati malaikat yang dekat dengan kak Shone dan Nam.

Nam memuji keserasian mereka. Namun mata dan hatinya tak bisa berbohong. Dia meninggalkan kak Shone dengan air mata yang mengalir deras. Tiga tahun dia menutupi perasaannya. Dan kini, saat perasaannya diketahui, hasilnya benar-benar tidak seperti yang diinginkannya. Di rumah, Nam terus menangis. Dia memutuskan untuk segera pindah ke Amerika dan tinggal bersama ayahnya disana. Meninggalkan kesedihan di sini.

Di tempat lain, Shone mendapat kabar gembira dari ayahnya. Sebuah klub sepak bola di Bangkok akan merekrutnya. Jadi Shone akan tinggal dan bersekoah disana. Tentu saja Shone senang. Sebelum berangkat, dia menyempatkan diri untuk membaca buku hitam kecil di sudut mejanya. Buku itu berisi semua tentang Nam.

Foto-foto Nam saat masih berkulit hitam dan memakai kacamata. Saat latihan untuk pertunjukkan drama. Saat bermesraan dengan Top. Semua foto itu selalu disertai kata-kata manis yang tak pernah bisa terucap dari bibirnya. Shone menyesali kebodohannya. Namun tak ada gunanya lagi. Ia sudah membuat Nam menangis. Dan ia juga sudah berjanji pada Top agar tidak berpacaran dengan gadis itu.

Shone pergi ke rumah Nam. Dia meletakkan buku itu di pintu depan rumah Nam. Shone tak berani memanggil nama Nam. Ia tak berani bertemu muka dengan gadis yang dicintainya. Setelah itu, Nam dan Shone tak pernah bertemu. Shone berhasil di Bangkok, dan beralih profesi menjadi fotrogafer profesional. Dan percayalah, dia tidak melupakan Nam. Dalam pameran foto, dia memamerkan foto close-up Nam. Sementara itu, Nam belajar di Amerika. Dia menjadi perancang busana yang terkenal di New York.

Sembilan tahun kemudian, mereka bertemu kembali.

Nam diundang dalam acara bincang-bincang pada suatu stasiun televisi. Kak Shone juga diundang. Sebagai tamu kehormatan yang menjadi cinta pertama Nam, perancang busana terkenal dari Thailand. Mereka agak canggung saat bertemu. Saat itu, Nam bertanya pada Shone, apakah dia sudah menikah atau belum. Dan kak Shone menjawab dengan, "Aku...., aku sedang menunggu seseorang pulang dari Amerika."


Toe suka sama film ini :)
Walau film ini sudah lama, ceritanya menarik dan nyaris sama seperti remaja zaman sekarang.
Persahabatan, percintaan, dan perjuangan, semuanya dirangkum menjadi satu film yang nggak membosankan.

Buat pecinta film romantis, film ini pantas masuk dalam daftar film yang harus dintonton kalian! :)


Well, Toe rasa cukup buat hari ini.
See you...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar